Peringkat Telkom University di Scopus bulan Juli 2017

Sekilas tentang peringkat Scopus di Indonesia

Tahun 2017 sudah mencapai bulan ke-7, peringkat Scopus institusi penelitian di Indonesia bergeser dengan seru, saling susul-menyusul utamanya untuk peringkat 10-20. Salah satu universitas yang melonjak dengan tajam adalah Universitas Sumatera Utara yang semula di peringkat 21- 30 menjadi peringkat 18 menggeser Universitas Udayana dan Telkom University. PTN besar di Indonesia yang kokoh di posisi masing-masing adalah ITB, UI, UGM dan IPB. Sementara itu ITS dan LIPI saling pepet dengan selisih jumlah paper yang cukup sedikit. UNS dan BINUS masing-masing melangkahi peringkat diatasnya yaitu UNAIR dan UNAND.

Peringkat 20 besar Scopus, 5 Juli 2017 (klik untuk memperbesar)

Tel-U yang sejak awal mengincar untuk mengalahkan UNUD malah tersusul USU yang juga berhasil mengungguli UNUD. Jarak 20 paper antara UNUD dan Tel-U sepertinya stabil apabila tidak ada pertambahan berarti dari Tel-U.

Di peringkat 21-30, UPI mendekati posisi 20 dengan selisih 60 paper sementara itu UNSRI yang sempat di posisi 20 di bulan Juni sedikit tertinggal dibandingkan UPI. UPI dan USU sempat mendapatkan pasokan paper yang cukup banyak dari seminar internasional yang diadakannya.

Potret Tel-U di Scopus.

 Berikut ini adalah potret Tel-U di Scopus.

Peringkat 1-10 penulis terproduktif sebagian besar masih di pegang oleh bidang teknik yaitu dari Teknik Elektro dan Teknik Informatika. Bahkan jika diamati , penulis sampai peringkat 20-pun, masih dari kedua fakultas di atas. Hal ini berarti produktifitas menulis sangat tidak tidak merata antar fakultas di Tel-U.

No Nama Fakultas Jumlah
1 Adiwijaya F. Informatika 53
2. Rina Pudji Astuti F. Teknik Elektro 23
3. Erwin Susanto F. Teknik Elektro 20
4. Heroe Wijanto F. Teknik Elektro 20
5. Rendi Munadi F. Teknik Elektro 19
6. Achmad Rizal F. Teknik Elektro 18
7. Ary M Barmawi F. Informatika 17
8. Maman Abdurrohman F. Informatika 16
9. Doan Perdana F. Teknik Elektro 15
10. Surya M Nasution F. Teknik Elektro 14

Dari Subject area, paper dari Tel-U bisa dilihat pada gambar di bawah. Sekali lagi, bidang teknik dan computer science menjadi tumpuan dari Tel-U untuk memproduksi publikasi terindeks Scopus. Social science yang sebenarnya memiliki jumlah dosen dan penelitia yang cukup banyak, hanya menghasilkan 10% dari total paper secara kumulatif.

Documen by research area (Sumber scopus)

Sumber paper untuk Tel-U terbanyak masih ditempati oleh ICOICT 2015, ICOICT 2016, Advance Science Letter, dan ICCEREC 2016. Keempanya dari seminar. Sementara itu untuk rekapitulasi bentuk tulisan ditampilkan pada gambar di abwah. Terlihat sebagian besar bentuk artikel di conference menjadi paper terbanyak di Tel-U.

                                                                          Sumber document Tel-U (sumber scopus)

Jumlah paper tiap subject area dan document typa (sumber scopus)

 

Strategi yang bisa dilakukan oleh Telkom University

 Melihat posisi dari Tel_U yang semakin terancam oleh PTN besar di peringkat bawahnya maka beberapa strategi bisa dilakukan untuk menggenjot produktifitas publikasi ilmiah.

  1. Mengadakan conference internasional terindeks Scopus dengan partisipan internal yang cukup banyak. Hal ini sudah dilakukan oleh Tel-U tetapi tingkat partisipasi internal masih kurang cukup banyak. Sebagai contoh, pada bulan Juni 2017, sebuah PTN mendapat tambahan sekitar 120 paper dari conference yang diadakannya. Untuk Tel-U paling banyak paper dihasilkan dari ICOICT2015 yang berjumlah 67, jauh dari jumlah yang saya sebutkan sebelumnya
  2. Doktor di Tel-U seharusnya menjadi leader dalam hal publikasi. Dari 10 besar hanya 2 orang yang belum bergelar doctor, ini berrati cukup bagus. Tetapi jika diambil nama sampai urutan 20, maka sbagian besar yang di 20 besar tidak bergelar doctor. Seorang doctor sudah melampaui proses untuk dididik menjadi peneliti yang mandiri, seharusnya bisa menjadi pioneer yang menghasilkan karya-karya ilmiah yang berkualitas seperti paper terindeks scopus. Untuk itu, dosen dengan kualifikasi doctor di Tel-U sudah semsetinya diberikan target publikasi tiap tahunnya.
  3. Skema insentif saat ini sudah cukup baik, tetapi ini hanya menarik bagi dosen yang memang gemar menulis. Target individu perlu diberikan untuk memacu produktifitas tiap dosen. Apabila tidak tercapai target misalnya diberikan penurunan tunjangan kinerja atau lainnya.
  4. Selain penghargaan berupa insentif, penghargaan berupa yang lain rasanya pantar diberikan untuk dosen yang menghasilkan publikasi berkualitas. Bisa berupa sertifikat atau penghargaan lainnya sehingga memacu setiap dosen untuk berkontribusi lebih besar.

Sampai saat ini, 173 paper di tahun 2017 dibukukan oeh Tel-U, masih jauh dari 243 paper di tahun 2016. Untuk itu terus diperlukan kerja keras dan cerdas agar posisi Tel-U tetap terhormat di Indonesia.

Bangunan Gedung Pengadilan Negeri Makassar

Kebetulan pada bulan Juli lalu, aku mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Makassar. Ini kunjungan yang ketiga dn semuanya terkait dengan tugas dari kantor. Salah satu kegiatan yang menyenangkan adalah jalan-jalan menikmati bangunan tua bersejarah di Makassar. Makassar yang merupakan kota terbesar di wilayah Indonesia Timur memiliki banyak bangunan bersejarah peninggalan Belanda. Berhubung waktu kunjungan yang tidak begitu lama, tidak banyak yang sempat diexplore. Salah satu objek yang menarik tepat di tengah kota Makassar adalah Gedung Pengadilan Negeri Makassar. Gedung ini terletak di Jalan Kartini yang dulu dikenal dengan nama Julianaweg.   Gedung ini dibangun pada tahun 1915 dan diperuntukkan untuk Raad Van Justitia atau kantor pengadilan. Namun karena pada masa itu perlakuan untuk peribumi dan bangas asing dibedakan, konon, gedung ini terbagi menjadi 2, yaitu bagian untuk emngadili orang pribumi dan bagian untuk  mengadili orang belanda, bangsawan atau pengusaha china/arab.

Sayang sekali sangat sedikit bahan yang mengisahkan tentang bangunan ini dan sempitnya waktu untuk melihatnya. Jadi hanya 2 foto ini sebagai kenang-kenangan dari kantor pengadilan Makassar. Tapi dari KITLV didapat foto Gedung Pengadilan Makassar di jaman Belanda.

Pengadilan Makassar

Pengadilan Negeri Makasar, Jalan Kartini Makassar

PengadilanII

Di Bangun tahun 1915

 

Pengadilan Makasar

“Makassar. Raad van Justitie”, koleksi KITLV, tahun   tidak diketahui

Pengadilan Makassar pada suatu ketika.. Koleksi KITLV

Pengadilan Makassar pada suatu ketika.. Koleksi KITLV

dr. H Soemarno Sosroatmodjo, Dari Jember untuk Indonesia

Dari gempita berita tentang Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu, sebuah artikel di detik.com menarik perhatianku. Di sana dituliskan nama-nama gubernur DKI yang pernah menjabat  sebelum Jokowi . Diantara nama-nama itu tercantum nama dr H Soemarno Sosroatmojo yang tertulis lahir di Rambipuji, Jember tanggal 24 April 1911. Beliau bahkan menjabat Gubernur DKI Jakarta 2 kali, yaitu periode 1960 – 1964 dan periode 1965 – 1966. Masa jabatan kedua itu dilakoni beliau merangkap sebagai Mentri Dalam Negeri pada Kabinet Dwikora.

Melihat informasi ini, beberapa sumber di internet aku kumpulkan dan yang lebih menggembirakan, ternyata beliau sempat menuliskan buku autobiografi yang judul “Dari Rimba Raya ke Jakarta Raya” yang diterbitkan oleh Penerbit Gunung Agung tahun 1981. Saat ini pasti buku ini sudah tidak ada di toko buku biasa. Alhamdulillah, lewat toko buku online, buku beliau aku dapatkan dan membuatku terngaga membaca perjalanan hidup beliau yang sangat berwarna.

Cover Buku dr Soemarno

Cover Buku dr Soemarno

Continue reading

Materi Fisika II (FUG1C3), Semester Genap 2012-2013

Berikut ini materi Kuliah Fisika 2 (FUG1C3) semester genap 2012-2013

  1.  Silabus
  2. Bab 1, Vektor
  3. Bab 2, Hukum Coloumb
  4. Bab 3. Medan Listrik
  5. Bab 4. Hukum Gauss
  6. Bab 5. Potensial Listrik
  7. Bab 6. Kapasitor dan dielektrik
  8. Bab 7. Arus Listrik
  9. Bab 8. Gaya Lorentz
  10. Bab 9. Hukum Biot-Savat
  11. Bab 10 Hukum Ampere
  12. Bab 11. Tegangan Imbas dan Induktansi
  13. Bab 12 Bahan Magnet

Latihan soal :

  1.  Latihan soal 1
  2. Latihan Soal 14 Mei 2013

 

Materi berikutnya akan diupload sesuai dengan jadwal. Semoga bermanfaat

 

Mengunjungi Masjid-Masjid Bersejarah di Madinah (3)

Nah dilanjut ceritanya… ini masih ada 2 masjid lagi

Masjid Ijabah
Masjid Ijabah terletak di sisi Jalan Malik Faisal (Raja Faisal) atau ring road 1 sebelah Timur agak ke Utara (berarti Timur Laut ya) dari Masjid Nabawi, jaraknya sekitar 1 km. Atau sebelah Utara ujung Timur makam Baqi’ jaraknya sekitar 500 meter. Dinamakan dengan Masjid Ijabah karena ada peristiwa dimana doa Nabi Muhammad diijabah (dikabulkan) oleh Allah SWT. Ada 2 versi tentang peristiwa ini. Versi pertama mengatakan bahwa pada saat Madinah mengalami kekeringan, Nabi Muhammad SAW dan para Sahabat melakukan sholat Istisqo (sholat meminta hujan) di Masjid ini, dikatakan hujan turun bahkan sebelum sholat selesai dilakukan, artinya sholatnya diijabah oleh Allah. Versi pertama ini kurang kuat karena tidak ada haditsnya. Versi kedua lebih kuat karena didukung oleh hadits Shahih. Imam Muslim meriwayatkan dari Amir ibn Sa’ad dari bapaknya : Suatu hari Rasulullah SAW datang dari gunung dan ketika melewati masjid Bani Mu’awiyah, beliau masuk masjid dan sholat 2 raka’at, dan kami sholat bersamanya,. Nabi berdoa panjang, lalu menghadap kami sambil berkata:
“Saya telah mohon kepada Tuhan tiga hal : Ia mengabulkan yang dua dan menolak yang satu. Aku mohon Tuhan agar tidak membinasakan umatku dengan kekerinan dan kelaparan, Iapun mengabulkannya. Aku mohon kepada Tuhan agar tidak membinasakan umatku dengan menenggelamkannya, Iapun mengabulkannya. Dan aku mohon agar tidak ada fitnah dan perbedaan diantara mereka, (tetapi) Dia tidak mengabulkannya ” (Shahih Muslim, 52:2890)

Dari riwayat di atas, nama lama dari Masjid Ijabah adalah Masjid Bani Muawiyah yang tergolong dalam suku Aus, salah satu suku penghuni asli Madinah.

MasjidAbuDzar-300x168 masjidIjabah-300x168Masjid Ijabah dari samping

Continue reading