Menikmati Candi-Candi di Jogja dan Sekitarnya (1)

Siapa yang tidak kenal dengan Candi Borobudur dan Candi Borobudur. Jika berwisata ke Jogja dan Jawa Tengah dan mengunjungi candi, pasti yang terlintas di piliran adalah Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Mungkin baru sedikit yang menyadari bahwa candi tidak hanya kedua candi itu yang terdapat di dekat jogja. Masih ada banyak candi yang terserak di sekitar Jogaja yang menarik unutk dijelajahi. Berikut ini beberapa candi yang menarik untuk dikunjungi.

  1. Candi Plaosan

Candi Budha ini terletak tidak jauh dari Candi Prambanan.  PersisnyaDukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Candi ini terdiri dari 2 kompleks. Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Candi Plaosan Lor seperti tempat pemujaan dengan bangun besar di pusatnya, sementara Candi Plaosan kidul terdiri dari bangunan-bangunan kecil seperti perumahan. Mungkin dulu pemukiman para biksu. Enaknya berkunjung ke sini tidak serama kalau ke Prambanan. Lebih sepi, dan tidak ditarik tiket resmi.

Candi Plaosan Lor

Candi Plaosan Lor

Plaosan Kidul

Candi Plaosan Kidul

 

  1. Candi Sari

Candi Sari konon merupakan bagian dari Candi Kalasan. Letaknya sekitar 200 meter timur laut Candi Kalasan. Kalau dari Jogja,terletak di sebelah kiri jalan Jogja-Solo sementara Candi Kalasan terletak di sebelah Kanan. Candi Sari dulunya berfungsi sebagai asrama para pendeta Budha. Dalam ruangan Candi Sari terlihat bahwa dulunya candi ini memiliki ruangan di lantai 2, namun karena lantainya teruat dari kayu, lantai 2 tembus sampai ke lantai 1. Masuk ke candi ini cukup murah, kadang ditarik tiket 2 rb kadang cukup memberikan uang ala kadanya di loket masuk. Suasana di Candi in lumayan sepi, enak untuk dinikmati. Candi Sari ditemukan sekitar tahun 1929.

Candi Sari, Kalasan

Candi Sari, Kalasan

  1. Candi Gebang

Candi Gebang letaknya tidak jauh dari Stadion Maguwharjo, Sleman, markas PSS Sleman. Hanya karena tidak ada jalan tembus jadi harus memutar cukup jauh. Letak persisnya Dusun Gebang, Kelurahan Widomartani, Ngemplak, Sleman.  Candi Gebang hanya terdiri dari satu bangunan candi yang tidak terlalu besar. Terdapat patung Ganesha di dalam salah satu relung di sisi candi. DI daam Candi dulunya ada Lingga dan Yoni, tetapi karena alasan keamanan mala Lingga dan Yoni di simpan dalam ruangan penjaga candi. Untuk masuk kesini cukup bayar tiket 2000 saja. Saat sore hari relatif banyak anak-anak muda yang nongkrong di candi ini.

Candi Gebang, Maguwoharjo

Candi Gebang, Maguwoharjo

 

 

4 Candi Kadisoka

Candi Kadisoka sebenarnya belum direkonstruksi secara utuh, baru terlihatkaki candinya. Letaknya diDusun Kadisoka, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Penemuannya relatif baru, tahun 2000-an. Candi ini diduga candi Hindu ditemukan oleh penggali pasir. Kalau tidak sedang ada penjaganya, kita tidak bisa masuk ke dalamnya, tetapi informasi tentang candi ini bisa dibaca dari papan informasi yang tersedia. Didekat candi ini ada pemancingan yang cukup ramai dan ikan yang didapat bisa dibakar disana. Sambil menikmati candi bisa makan-makan pula.

Candi Kadisoka, baru nampak kaki candinya

  1. Candi Palgading

Candi Palgading

Status candi ini seperti candi Kadisoka, belum dibangun ualng. Letaknya di Dusun Palgading, Kel. Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kab. Sleman. Kalau dari Jogja, ke Jalan Kaliurang, di pertigaan Gandok, ambil jalan ke kanan. Kira-kira 2 km nanti akan ketemu Desa Wisata Palgading. Letaknya di dalam kampung, jadi tersembungi di halaman belakang rumah-rumah penduduk. Dari tapak sisa bangunannya, sepertinya candi ini cukup besar dan terrendam cukup dalam.  Tidak jauh dari cnadi ini ada rumah makan Tengkleng yang maknyus.. namanya Tengkleng gajah..wadoh tetep aja makanan..

Ini baru sebagian kecil dari candi-candi di Jogja.. edisi berikutnya monggo ditunggu…

 

Celoteh Shafa (2)

Berita Jogja

Shafa  :  Ayah..ayah.. dari tadi beritanya kok tentang Jogja terus sih ya?

Ayah  : Oh gitu.. wah berati ada banyak berita penting tentang Jogja…

Shafa : Gak juga kok yah.. beritanya gak penting-penting amat

Ayah  : Emang kamu nonton TV apa?

Shafa : Jogja TV…

Ayah : Yo jelas.. beritanya lokal semua… (pusing tetiba..)

Shafa 1 : 0 Ayah

 

Hari Sumpah Pemuda

Hari itu tanggal 28 Oktober 2014, dalam perjalanan ke sekolah Shafa

Ayah  :  Shafa, hari ini tanggal berapa?.. (ceritanya pengen nge-tes Shafa ingat apa atau tidak Hari Sumpah Pemuda)

Shafa :  Tanggal 28 Oktober Yah..

Ayah : Tanggal 28 Oktober hari apa Shafa?

Shafa :..hemm (mikir sejenak)… Eh ya aku ingat, tanggal 28 Oktober kan hari ulang tahun temanku Yah?

Ayah : (Makgubrak.. anak-anak jaman sekarang…)

Shafa  2:0  Ayah

 

 

 

 

2015 3rd International Conference On Technology, Informatics, Management, Engineering & Environment

2015 3rd International Conference On Technology, Informatics, Management,

Engineering & Environment

Samosir Island, Indonesia | 7th-9th September 2015

 

The 2015 3rd International Conference on Technology, Informatics, Management, Engineering and

Environment is organized by the IEEE Indonesia Control Systems / Robotics and Automation Joint Societies Chapter.

The conference is the second forum for the presentation of new advances and research results

in varied disciplines and their associated applications in all aspects of Technology,

Informatics, Management, Engineering and Environment that consider on the improvement and

the development for quality of human life and better living on Earth.

The aim of the conference is to stimulate interaction and convergent among researchers active

in the areas of technology, Informatics, Management, Engineering and Environment.

PAPER SUBMISSION

Paper must be submitted electronically using the IEEE Xplore-compatible PDF via the websites.

All papers will be peer reviewed. Paper length should be maximum seven pages including figures,

tables, references, and appendices.

Please use the standard IEEE conference proceedings templates for Microsoft Word on A4 size

pages founded at http://www.ieee.org/conferences_events/conferences/publishing/templates.html

Paper submission process will be managed by using EDAS: http://edas.info/N19485

 

PUBLICATION

Prospective authors are invited to submit original technical papers for presentation at

the conference and publication in the conference proceedings.

At least one author of each accepted papers must register for the conference to be included

in the program. Accepted papers will be published in the TIME-E 2015 Conference Proceedings

and presented papers will be submitted to IEEE Xplore

Important Dates Deadline for Submission of Papers : June 1st, 2015

Announcement of Acceptance: July 15th, 2015

Deadline for Submission of Final Papers : August 15th, 2015

Final Day for Early Bird Registration : August 1st, 2015

Final Day for Registration : September 1st, 2015

Conference Days :September 7th-9th, 2015

For information, paper submission, and other communications, visit: www.tim2e.org

Celoteh Shafa (1)

Kesurupan

 

Suatu hari Shafa dan Bunda sedang belajar untuk persiapan ujian Shafa. Karena capek Shafa selalu menghindar jika disuruh belajar.

Bunda    : Ayo Shafa, ini materi buat ujian besok. Dibaca dulu, nanti kalo ada yang mau ditanyakan bilang Bunda ya…

Shafa     : (Melongo..) Apa? Sebanyak ini bahan yang harus di pelajari Bunda?

Shafa terdiam, mimblik-mimblik, dan tak lama kemudian nangis terisak-isak…

Bunda   : Lho, disuruh belajar kok malah nangis?

Dan Bunda pun mulai membaca doa-doa; Audzubillah himinnas syaitan nirrajim, bismillah hirohman nirrohiim…

Shafa     : (Terdiam dari tangisnya) Kok aku dibacain doa-doa sih? Emange aku kesurupan?

Bunda   : Eh, salah ya? Tak pikir klo disuruh belajar tapi gak mau mah berarti kesurupan..

Tiba-tiba, ujug-ujug makbedunduk SHafa berubah wajah menjadi sumringah dan lari ke arah pintu

Bunda   : Waduh, jangan-jangan emang kesurupan nih anak.. (deg-deg siiir..)

Ternyata oh ternyata, ada tukang es krim lewat.

# bubar jalan, rak sido sinau..

Monumen-Monumen di Seputaran Jogja (Bagian 1)

Jogja akan selalu tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Statusnya sebagai Ibukota perjuangan pada masa awal kemerdekaan Indonesia membuat peranna sangat penting saat itu. Pada periode 1945-1949 banyak peristiwa bersejarah yang terjadi di Jogjakarta dan sekitarnya. Titik puncak dari peran Jogja sebagai Ibukota perjuangan adalah pada rentang 1948-1949 saat terjadi Agresi Militer II. Di Jogja terdapat banyak sekali monumen besar maupun kecil untuk mengenang peristiwa-peristiwa terkait dengan perjuangan rakyat Indonesia dan TNI dalam rangka mempertahankan kemerdekaan RI. Bagi penggemar sejarah sepertiku, menjelajah  monumen-monumen ini sunguh suatu kegiatan menyenangkan, jalan-jalan sambil belajar. Dengan  begitu, kita jadi lebih menghargai perjuangan pahlawan, baik dari rakyat, TNI, Laskar dan semua. Berikut ini beberapa monumen yang sempat saya kunjungi dan sedikit cerita dibaliknya.

1. Monumen di Desa Brayut.

Monumen ini dibangun untuk mengenang pertempuran tanggal 6 Mei 1949. Pada pertempuran tersebut gugur beberapa orang yaitu :

  • Sardjiman
  • R Suprapto
  • Sudijono
  • Kusen
  • Supardjono
  • Djumat Tjokrowihardjo

 

Brayut

Monumen di Desa Brayut, Sleman

2. Monumen Gamel

Letaknya tidak jauh dari Alun-Alun Kidul, maaf saya gak paham nama daerahnya.. tar di cari deh.. 🙂 Letaknya di halaman sebuah rumah dengan pendopo kuno. Aku kurang paham karena kemarin itu hanya turun dan mengambil fotonya. Tapi dari info sekilas sepertinya rumah tersebut dulunya adalah markas perjuangan dari Kampung Gamelan yang ditinggal oleh abdi dalem Kraton Jogja. Kalau tidak salah wilayah ini terkait dengan SWK 101, suatu pembagian wilayah gerilya pada perang kemerdekaan. Monumen ini diresmikan tahun 1991 oleh Sultan Hamengkubuwono X. Foto lebih indah bisa di lihat di sini

Gamelan1 Gamelan2

3. Monumen Kembang Arum

Monumen Kembang Arum terletak di depan Puskesmas Turi, Desa Kembang Arum, Kecamatan Turi, Sleman. Jalan ini merupakan jalan alternatif menuju Magelang dari Kaliurang. Sayang sekali prasastinya di cat hitam sehingga tidak bisa ternaca tanggal dan siapa saja yang gugur di sini. Ada 2 monumen disini, satu monumen utama dan satu semacam prasasti kecil dengan kalimat seperti pada fotonya. Sayang nya ada kesalahan dalam penulisannya, dikatakan ABRI, padahal padatahun yang dimaksud Tahun 1948-1949 belum ada istilah ABRI.

Dari sumber di intenet di dapat cerita bahwa pada tanggal 4 Januari 1949, hari Selasa Pahing. Kompi Batalyon 151 yang dipimpin Kapten FX. Haryadi dan KODM Turi menghadang peleton serdadu Belanda yang datang dari Medari, di utara dusun Kembangarum. Kemudian pasukan Belanda kewalahan, mundur ke selatan dan mendapat bantuan kemudian membalas serangan dengan mortir dari arah Medari dan Turi. Penduduk yang menjadi korban dan gugur di Kembangarum : 1. Sukitri 2. Pawiro Karyo. Kemungkinan 2 nama ini yang tertulis di monumen ini seperti pada monumen yang lain.

Kembang arum2

Sayang sekali ada penulisan yang salah

Kembang arum1

Prasastinya di cat hitam.. entah sengaja atau ulah orang tak bertanggung jawab. Monumen Kembang Arum

4. Palagan Cepet

Palagan Cepet

Monumen Cepet, Puwobinangun, Pakem, Sleman

Palagan Cepet ini terletak di Dusun Cepet, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem. Letaknya di pinggir Jalan Pakem-Turi, Sleman. Monumen ini dibangun untuk mengenang pertempuran pada tanggal 11 Januari 1949 yang mengakibatkan gugurnya Letda Kasijam dan Agen Polisi Soekarjo. Pertempuran di Cepet ini tidak hanya terjadi tanggal 11 Januari 1949. Sebelumnya tanggal  2 Januari 1949 pasukan Belanda yang bermarkas di Watuadeg diserang pasukan KODM Pakem pimpinan Letda Asropah dan pasukan TP pimpinan Kapten Martono. Pasukan Belanda lari ke arah selatan, sampai di dusun Cepet jam 06.30 dihadang pasukan Subadri dari Gatep. Pertempuran terjadi sampai jam 10.00 wib. Korban dari pihak Belanda 4 orang. Selanjutnya pada tanggal 5 Januri 1949 juga terjadi pertempuran di Cepet yang menyebabkan 3 tentara Belanda tewas dan dimakamkan di Cepet.

 

5. Monumen Pogung

Lokasinya tidak jauh dari kampus Fakultas Teknik UGM. Tepatnya di Jalan Teknika. Di monumen ini terdapat nama-nama pejuangan dengan keterangan bagaimana beliau wafat. Beberapa gugur pada masa perjuangan, ada yang hilang (ditulis ‘ghaib’), ada yang menunggal karena usia. Dari info beberapa teman, katanya monumen ini untuk menghargai warga Pogung yang turut berjuang pada masa perjuangan. Konon beberapa dari mereka dimakamkan di pemakaman yang tidak jauh dari monumen ini. Saya belum pernah menelusuri lebih jauh.

Pogung

 

6. Monumen Palagan Rejodani

Monumen Rejodani terletak di daerah Rejodani, Jl Palagan Tentara Pelajar. Monumen ini dbangun untuk mengenang pertempuran pda tanggal 29 Mei 1945. Pada pertempuran ini gugur 8 pejuang dari pihak RI. Nama-nama beliau diabadikan di monumen antara lain :

1. Harsono                           5. Soepanoto

2. Soewono                          6. Darjono

3. FX Soekardi                    7.  Soenarto

4. Soerojo                            8. Alibasjah

Pertempuran ini berawal dari penyerangan pasukan Belanda. Pasukan Belanda ini dihadang oleh pasukan  Sersan Suwarno dari Pleton Batalyon 300 dan kopral Harsono di daerah Ngetiran. Dan pada pertempuran ini gugur 8 pejuang.

Rejodani

7. Monumen di Tempel

Monumen ini terletak di perempatan jalan Tempel, Jl arah Magelang. Lokaisnya tidka terlalu jauh dari jembatan Kali Krasak. Saya belum tahu sejarahnya tapi dalam monumen ini tercantum nama 5 pejuang yang gugur dalam pertempuran di lokasi ini. Nama-nama yang gugur adalah :

1.   Komari                                                                                4.  Kasimin

2.  Radimin                                                                               5. Dulhadi

3. Abudarto

Tempel

Ketujuh monumen tersebut baru sebagian kecil dari monumen yang ada di Jogja.. penjelajahan masih berlanjut, kapan-kapan di-post hasil penjelajahan selanjutnya.