International Conference 2019 di Indonesia

Seminar 2019

No Nama Seminar Penyelenggara Tanggal Deadline Publikasi
1 2019 1st International Conference on Cybernetics and Intelligent System (ICORIS) STMIK STIKOM Bali 22 nd -23 rd August 2019

Bali

May 5th, 2019

 

IEEE Xplore
2 2019 International Conference on Electronics Representation and Algorithm STMIK EL RAHMA, Yogyakarta 29th to 30th January 2019

Yogyakarta

30 Oktober 2018

 

N.A
3
2019 International Conference of Artificial Intelligence and Information Technology (ICAIIT)
Universitas Atma Jaya Yogyakarta and Kalbis Institute 3-15 March 2019 01 December 2018

 

IEEE Xplore
4 2019 IEEE International Conference on Information and Communications Technology (ICOIACT) Universitas Amikom
Yogyakarta, Indonesia

Mar 6-8, 2019

3 Februari 2018 IEEE Xplore
5 2019 International Conference on Instrumentation, Control and Automation (ICA) ITB
Bandung, Indonesia

Jul 31 – August 2 2019

6 March 2019 IEEE Xplore
6 2019 International Conference on Sustainable Engineering and Creative Computing President University Bandung, 21 Agustus 2019 15 Juni 2019 N.A
7 7th International Conference on Information and Communication Technology (ICoICT 2019) Telkom University Kuala Lumpur

July 24 – 26, 2019

2 Januari 2019 IEEE Xplore
8 2nd International Conference on Biosciences and Medical Engineering UTM Malaysia 11-12 April 2019
Location: Bali, Indonesia
30th January, 2019 AIP Conference preceeding
9 International Conference on Advancement in Data Science, E-learning and Information Systems 2019

 

Telkom University Yogyakarta, Indonesia

6 February 2019

 

Nov. 10, 2018 International Journal on Advance Science Engineering and Information Technology (IJASEIT)
International Journal of Integrated Engineering (IJIE)
10 2019 5th International Conference on Computing and Artificial Intelligence (ICCAI 2019 Biology and Bioinformatics Society (BBS) under Hong Kong Chemical, Biological & Environmental Engineering Society (HKCBEES). Bali, Indonesia April 19-22, 2019 November 30, 2018 ACM Conference Proceedings (ISBN: 978-1-4503-6419-5).
11 The 2nd International Conference on Software Engineering and Information Management (ICSIM 2019) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kalbis Institute Bali, Indonesia January 10-13, 2019 20 Oktober 2018 International Conference Proceedings Series by ACM (ISBN: 978-1-4503-6642-7
12 International Conference on Informatics, Technology, and Engineering 2019 (InCITE 2019) University of Surabaya (UBAYA), The University of Adelaide, Australia and Sirindhorn International Institute of Technology (Thammasat University), Thailand The Anvaya Resort in Denpasar, Bali, Indonesia August 22-23, 2019. 1 Maret 2019 OP Conference Series: Materials Science and Engineering (MSE)

 

 

Tip Menulis Paper Jurnal yang Baik

Menulis sebuah paper untuk jurnal intenasional adalah proses yang kompleks dan panjang. Dari ide yang kemudian direalisasikan dalam eksperiment dan pengolahan data. Proses selanjutnya adalah menuliskan hasil yang diperoleh dalam format yang sesuai dengan jurnal yang dituju.

Selama beberapa lama belajar  menulis paper yang bagus kadang seringkali paper kita masih ditolak oleh reviewer atau bahkan oleh editor sebelum proses review (ceritanyacurhat)… Ada beberapa masalah dengan hal tersebut, bisa karena konten, struktur atau bahasa.

Berikut ini saran untuk menulis draft paper yang baik dari seorang teman (MD Sahidullah, postdoc researcher di sebuah universitas di Finland). Sengaja saya tulis disini sebagai pengingat pribadi dan sekaligus sharing teman-teman semua.

  1. Buatlah judul tetap pendek dan generic. Jika memungkinkan sangat singkat. Ada banyak paper dengan judul panjang. Tapi judul pendek dan manis menciptakan dampak positif pada reviewr dan juga pikiran pembaca.
  2. Cobalah menulis abstrak sangat hati-hati. Setiap kata penting. Harus jelas, tepat, lengkap dan akurat. Merevisi, merevisi dan merevisi teks Anda untuk membuat versi final.
  3. Introduction adalah bagian terpenting berikutnya. Ini harus berisi hal-hal berikut:
    A) Gambaran umum tentang masalah
    B) Metode yang saat ini digunakan (bentuk ringkas tinjauan pustaka yang spesifik untuk masalah Anda)
    C) Masalah khusus
    D) kontribusi utama anda
    E) capaianAnda dalam beberapa kalimat
  4. Usahakan menulis tinjauan literatur terpisah / bagian pekerjaan sebelumnya yang membahas secara singkat metodologi yang ada (Meskipun Anda secara singkat menyebutkan beberapa di antaranya dalam Pendahuluan).
  5. Summary dari pekerjaan Anda adalah bagian penting lainnya (sering digabungkan dengan bagian Result and Discussion). Anda harus menulis di sini semua pengamatan Anda dengan tepat. Selain itu, tambahkan alasan yang sesuai mengapa Anda begitu dan begitu.
  6. Bagian kesimpulan adalah bagian terpenting setelah abstrak dan pendahuluan. Perhatikan bahwa itu sangat berbeda dari abstrak. Tulislah disini secara singkat hal-hal berikut ini:
    A) Temuan utama Anda / take home messages
  7. B) Keterbatasan penelitian saat ini
    C) Lingkup masa depan: Jangan menulis apapun hipotetis atau jangan berspekulasi bahwa ada sesuatu yang akan berhasil. Tulislah beberapa kemungkinan arah masa depan sebagai ruang lingkup penelitian ini.
  8. Setelah Anda menulis makalah, lakukan koreksi bahasa dan fine tuning sebanyak mungkin. Hapus redundansi dan tambahkan informasi baru. Lakukan eksperimen lagi tentang pengoptimalan parameter, yaitu penyetelan ulang metode yang Anda usulkan.
  9. Ada baiknya menggunakan Lateks untuk menyiapkan manuskripnya. Manuskripnya terlihat lebih profesional. Luangkan waktu menyiapkan gambar / plot dan caption.

 

Menjadi penulis yang baik adalah proses yang lama, harus dilakukan dengan berlaih dan berlatih.. Tips ini tidak akan berguna jika tidak digunakan atau dipraktekkan. Semoga bermanfaat.

International Conference tahun 2017 di Indonesia dan Malaysia

Berikut ini daftar seminar internasional (international conference) di Indonesia dan Malaysia tahun 2017 bidang Teknik Elektro dan Informatika. Semoga bermanfaat. (Last Update 17 February 2017)

No Nama Seminar Penyelenggara Lokasi Deadline Tgl Kegiatan Catatan
1. 2017 International Conference on Electrical Engineering and Computer Science (ICECOS) Unsri, Palembang Palembang 3 Mei 2017 22-23 Agt 2017 Preceeding terindeks scopus (process)
2. 2017 International Conference on Radar, Antenna, Microwave, Electronics, and Telecommunications (ICRAMET)

 

LIPI Jakarta 4 Juni 2017 23-26 Okt 2017 IEEE
3. 2017 International Conference on Art, Business, Education and Social Sciences (ABESS) Maltesas Langkawi, Malaysia Feb 2017 15-17 Agt Advance science letter, Medwell Journal
4 Asia Simulation Conference 2017 UTM Melaka, Malaysia 31 Maret 2017 27-29 Agt 2017 Communications in Computer and Information Science Series (CCIS)
5. 2017 2nd Advanced Research in Engineering and Information Technology International Conference (AREITIC) Maltesas Bangkok, Thailand 31 Maret 2017 5 -7 Sept 2017 Advance science letter, Medwell Journal
6. International Conference on Electrical and Electronic Engineering 2017 UTM Johor Bahru, Malaysia 30 April 2017 14-15 Agt 2017 IJASEIT (Q4, scopus), Advances in Electrical and Electronic Engineering

 

7. 2017 International Conference on Instrumentation, Control and Automation (ICA) ITB Yogyakarta 15 April 2017 9-11 Agt 2017 IEEE
8. 2017 International Conference on Automation, Cognitive Science, Optics, Micro Electro Mechanical System, and Information Technology (ICACOMIT) LIPI Jakarta 30 Juni 2017 24-25 Oktober 2017 IEEE
9. The 3rd International Conference on Science and Technology (The 3rd ICST 2017) UGM Yogyakarta 7 April 2017 11-12Juli 2017 IEEE, etc
10. International Conference on Applied Electronics and Engineering 2017 Universiti Teknologi Mara (UiTM) Kuching, Malaysia 20 Febrauri 2017 7 -8 Agustus 2017 IOP Conference Series: Materials Science and Engineering (MSE), International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology (IJASEIT)
11. 2017 International Conference on Advanced Mechatronics, Intelligent Manufacture, and Industrial Automation Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 6 Agustus 2017 12-14 Oktober IEEE
12. 2017 International Conference on Control, Electronics, Renewable Energy and Communications (ICCEREC) Telkom University Yogyakarta 28 Juli 2017 26-28 September 2017 IEEE
13. International Conference on Electrical Engineering and Computer Science (ICECOS 2017) Unsri, Palembang Palembang 3 Mei 2017 22-23 Agustus 2017 Scopus indexed preceeding (In process)
14. 4th International Conference on Electronic Devices, Systems and Applications Universiti Teknologi Mara (UiTM) Kuching, Malaysia 31 Mei 2017 7-8 Agustus 2017 Journal of IOP

Conference Series: Materials Science and Engineering (MSE)

15. The 2017 International Conference on Emerging Electronic Solutions for IoT (ICEESI 2017) University Malaysia Perlis (UniMAP)

 

Penang, Malaysia 15 Maret 2017 9-10 Oktober 2017 Published in Scopus indexed Open Access Proceedings
16. 2017 International Conference on Informatics and Computing Aptikom Jakarta 6 Agustus 3-5 November 2017 IEEE
17 The Seventh International Conference on Information Technology and Multimedia 2017 Universiti Tenaga Nasional (UNITEN) Putrajaya, Malaysia 7 Juli 2017 8-9 November 2017 Publication N.A
18. 2017 2nd International Conference on Information Technology, Information Systems and Electrical Engineering (ICITISEE) Stimik Amikom Yogyakarta 2 Juni 2017 1-2 November 2017 IEEE
19. 2017 3rd International Conference on Science in Information Technology (ICSITech) UPI Bandung 30 Mei 2017 25-26 Oktober 2017 IEEE
20 The 11th International Conference on Information & Communication Technology and Systems ITS Surabaya 10 Agustus 2017 31 Oktober 2017 IEEE
21. 2017 IEEE International Conference on Communication, Networks and Satellite (COMNETSAT) IEEE Semarang 6 Juni 2017 5 Oktober 2017 IEEE
22. 2017 IEEE International Conference on Signal and Image Processing Applications (ICSIPA) IEEE, Sigproc Malaysia Kuching, Malaysia 6 Juni 2017 12-14 Sept 2017 IEEE
23. 2017 International Seminar on Intelligent Technology and Its Applications ITS Surabaya 28 Mei 2017 28-29 Agustus 2017 IEEE
24. 42nd Annual IEEE Conference on Local Computer Networks IEEE Singapore 7 April 2017 9 – 12 Oktober 2017 IEEE
25. 2017 IEEE 13th Malaysia International Conference on Communications (MICC) IEEE Johor Bahru 30 Juli 2017 29 November  – 1 desember 2017 IEEE

 

Peringkat Scopus Telkom University Tahun 2016 dan Prediksi 2017

Beberapa waktu yang lalu Kemeristek Dikti mengeluarkan Buku Kekuatan 50 Institusi Ilmiah Indonesia: Profil Publikasi Ilmiah Terindeks Scopus. Buku ini membahas kekuatan lembaga ilmiah di Indoensia berdasarkan publikasi yang terindeks Scopus. Dengan data sampai dengan Juni 2016. Dalam buku ini dibeberkan nama-nama Institusi Ilmiah di Indonesia berdasarkan peringkat di Scopus, jumlah publikasi, pertumbuhan publikasi terindeks Scopus, 10 nama peneliti dengan publikasi terbanyak, kolaborator utama tiap institusi dan tujuan publikasi utama. Sebenarnya, data ini bisa dibaca langsung pada  www.scopus.com, tetapi sayangnya tidak semua institusi memiliki akses kesana.

Contoh data tentang Telkom University dalam buku Kemeristek Dikti seperti dibawah ini.

Secara umum peringkat 20 besar PT dan institusi ilmiah lainnya pada Januari 2017 seperti pada gambar dibawah.

Peringkat 20 besar di Scopus dari Institusi Indonesia

 

Pergeseran posisi terjadi di peringkat 9 dan 10. UNPAD naik dari posisi10 menjadi posisi 9  menggeser  Center for International Forestry Research. Sementara itu UNS melonjak dari peringkat 17 ke peringkat 15 menggeser UNSYIAH yang turun menjadi peringkat 16 dan UNUD yang menjadi peringkat 17. Telkom University sendiri naik dari peringkat 20 menjadi peringkat 19.

 

Ranking publikasi ini sekalipun bukan menjadi tujuan utama bagi Telkom University, ternyata mampu mendorongnya sehingga mendapatkan Predikat A pada Akreditasi Institusi tahun 2016. Hal ini merupakan bukti bahwa aktifitas penelitian di Telkom University sedang menggeliat dengan kencang. Menyitir pendapat Pak Heroe Wijanto, Wakil Rektor 1 Telkom University,

‘Kuantitatif dokumen dan ranking setidaknya sebagai salah satu perspektif saja dari produktifitas riset dan kultur riset. Selanjutnya nanti peningkatan stasi/H-indeks, produk, patent, dan lain-lain diiringi dengan peingkatan TRL”

Ya, saat ini buku Kemeristek Dikti hanya memberikan peringkat dari jumlah, belum ke kualitas. Tetapi jangan penah bicara kualitas dulu kalau kuantitas belum banyak, tidak mungkin seorang peneliti mengaku mempunyai H-indeks kalau publikasinya cuma 3 buah.

Melihat tahun 2017, bahkan baru 10 hari pertama pun, beberapa perguruan tinggi sudah mencatatkan beberapa publkasiny di Scopus. Beberapa conference yang dilaksanakan sekitar bulan Juli belum masik ke Scopus. Diperkirakan sekitar bulan Februari, jumlah publikasi tahun 2017 akan meningkat pesat.

Capaian penulis dengan afiliasi dari Tel-U posisi 9 Januari 2017

Berikut ini perbandingan 6 institusi di Indonesia peringkat 15-20 Besar di Scopus. Tahun 2016, UNS meningkat pesat dari peringkat 17 menjadi 15 dengan publikasi sejumlah 309 di tahun 2016, lebih dua kali lipat dari tahun 2015 yang hanya 142 publikasi. Sementara itu, Tel-U mencatatkan 181 publikasi, melampaui 3 peringkat diatasnya. Apabila trend ini tetap dijaga, bukan tidak mungkin Tel-U akan naik ke peringkat ke-16 sekitar 3 tahun ke depan.

Telkom University dan Scopus, Prediksi posisi di 2016

Beberapa tahun ini pemerintah gencar-gencarnya menggalakkan publikasi internasional. Hal ini cukup berdasar karena saat ini Indonesia menempati peringkat ke-57 dalam hal publikasi internasional, khususya publkasi internasional terindeks scopus (sumber: http://scimagojr.com/countryrank.php  tanggal 22 Juni 2016 ). Pada saat ini Indonesia mencatatkan 39719 dokumen ( 22 Juni 2016). Posisi ini relatif jauh dibawah Negara-negara tetangga seperti Singapura (peringkat 32, 215553 dokumen), Malaysia (peringkat 35, 181251 dokumen),  dan Thailand (peringkat 43, 123410 dokumen).   Sementara itu negara Asean yang lai yang dibawah Indonesia dalah Vietnam (peringkat 64, 29238 dokumen), Philipina (peringkat 69, 20326 dokumen).

Memang saat ini muncul perdebatan, kenapa harus publikasi internasional, kenapa harus terindeks Scopus. Publikasi internasional harus diakui memunculkan aliran dana keluar negeri, hal ini disebabkan sebagian besar jurnal internasional bereputasi diterbitkan di luar negeri dan untuk paper yang diterima kadang membutuhkan biaya cukup besar sebagai article processing charge (APC). Sebagai contoh jurnal-jurnal Hindawi menetapkan APC dari USD 700 sampai USD 1700 atau lebih, atau Elsevier  yang kadang untuk opsi open access menetapkan APC hingga USD 3000. Namun apabila kita lihat dari sisi yang lain, jumlah publikasi internasional pada jurnal bereputasi mengindikasikan tingginya produktifitas penelitian di suatu negara. Hal ini menjadi indikasi bahwa mutu pendidikan tinggi di Indonesia cukup baik. Selain itu sebenarnya banyak penerbit jurnal bereputasi yang tidak mengenakan APC sangat tinggi, beberapa menerapkan APC cukup rendah bahkan gratis. Masalahnya seberapa bagus paper kita dan jurnal apa yang akan dituju.

Telkom University ( Tel-U) sebagai salah satu perguruan tinggi yang bercita-cita untuk menjadi World Class University (WCU) tentu tidak mau ketinggalan berkiprah dalam publikasi internasional. Pada masa- masa awal bahkan pak Rektor, Prof. Moh Ashari turun langsung memberikan pelatihan penulisan paper pada jurnal internasional. Langkah ini akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan apalagi setelah muncul kebijakan penggantian biaya publikasi internasional pada jurnal bereputasi (salah satunya terideks Scopus) dan pemberian insentif bagi penulis. Pada saat tulisan ini dibuat ( 22 Juni 2016), posisi Tel-U menempati urutan ke-20 pada intitusi dengan dokumen Scopus terbanyak di Indonesia dengan 452 dokumen. Hasil ini cukup menggembirakan karena dengan usia Tel-U yang masih muda, hasil penelitian yang terpublikasi secara internasional cukup banyak. Urutan institusi di Indonesia dengan dokumen terindeks Scopus terbanyak posisi 22 Juni seperti di bawah ini:

Peringkat Institusi Dokumen
1 ITB 5962
2 UI 4687
3 UGM 3050
4 IPB 2229
5 LIPI 1727
6 ITS 1711
7 UB 1212
8 UNDIP 1081
9 Center for International Forestry Research 1046
10 UNPAD 1034
11 UNHAS 920
12 UNAIR 868
13 UNAND 749
14 BINUS 716
15 UNSYIAH 661
16 UNUD 638
17 UNS 573
18 University of Indonesia – Dr. Cipto
Mangunkusumo Hospital
499
19 U.S. Naval Medical Research Unit No. 2 489
20 Tel-U 452

Terlihat Te-U menempati posisi kedua untuk PTS di bawah Binus, dan apabila dari institusi PT maka Tel-U menempati posisi ke-16 (LIPI dan lembaga penelitian lain tidak dimasukkan). Kontribusi terbanyak didapat dari ICOICT (http://www.icoict.org/ ) yang sejak pelaksanaannya telah menyumbangkan 117 (dari 452) dan ini belum ditambah dengan ICOICT 2016 yang baru saja berlangsung. Lima besar penyumbang utuk Tel-U seperti pada gambar di bawah ini.

kontributorTel-U

Tel-U di website scopus, posisi 22 Juni 2016

Mengingat 2016 masih menginjak bulan ke-6, masih memungkinkan posisi Tel-U menyodok ke posisi yang lebih tinggi, paling tidak di posisi 18 menggeser 2 institusi penelitian non PT. Sebagai bahan analisis, gambar dibawah memperlihatkan juhlah dokumen 4 institusi peringkat 20, 19, 18 dan 17, sejak tahun 2012 sampai 2016 dan kumulatifnya

Dua institusi di atas Tel-U secara produktifitas relative rendah, paling tinggi hanya menghasilkan 53 paper dalam setahun, sementara itu  di tahun 2015 Tel-U men-publish 164 dokumen dan tahun ini (juni 2016) sudah 81 paper yang dihasilkan. Jika trend seperti tahun 2015 dipertahankan, maka sangat mudah melewati peringkat 19 dan 18.

Tantangan yang lebih berat adalah melewati peringkat 17, UNS. Kumulatif jumlah paper UNS adalah 573 dan 87 dihasilkan tahun ini. Sementara itu, Tel-U 452d dengan 81 dihasilkan tahun ini. Tahu 2015, UNS menghasilkan 136 sementara Tel-U 164. Jika trend ini bertahan, artinya Tel- hanya akan mengurangi selisih sekitar 30 paper, masih jauh untuk menyusul UNS.

Secara umum, kebijakan di Tel-U untuk mendukung publikasi internasional sudah cukup baik. Insentif yang diberikan mampu memacu dosen untuk menulis. Tetapi Scopus tidak boleh menjadi satu-satunya tujuan karena peningkatan proses pendidikan, penelitian dan pengabdian di dalam Tel-U tetap harus menjadi focus utama. Apabila pelaksanaan Tridharma di Tel-U sudah baik, InsyaAllah, yang lain akan mengikuti.