Beberapa Seminar Internasional Bidang Teknik Elektro, Komputer, Teknologi Informasi dan Informatika di Indonesia tahun 2018

Berikut ini beberapa seminar internasional di Indonesia tahun 2018 bidang Teknik Elektro, Komputer, Teknologi Informasi dan Informatika tahun 2018 yang deadline pengiriman papernya Maret 2018 atau setelahnya. Alamat website silahkan klik nama seminar masing-masing.

  1. the 3rd Annual Applied Science and Engineering Conference (AASEC 2018), Bandung, 18 April 2018. Penyelenggara Universitas Pendidikan Indonesia. Deadline abstrak 25 Maret 2018. Publikasi di Matec Web of Conference
  2. iSemantic 2018, Semarang, 21-22 September 2018. Penyelengara Universitas Dian Nuswantoro. Deadline fullpaper 28 April 2018. Publikasi di IEEE Xplore
  3. 10th The International Conference on Information Technology and Electrical Engineering, Bali, 24-26 Juli 2018. Penyelengara Universitas Gadjah Mada. Deadline fullpaper 23 Maret 2018. Publikasi di IEEE Xplore dan IJASEIT ( selected paper)
  4. 2nd The International Conference on Biomedical Engineering, Bali, 24-26 Juli 2018. Penyelengara Universitas Gadjah Mada. Deadline fullpaper 23 Maret 2018. Publikasi di IEEE Xplore dan IJASEIT ( selected paper)
  5. International Conference on Electrical Engineering and Computer Science (ICECOS), Bangka, 2-4 Oktober 2018. Penyelenggara Universitas Sriwijaya. Deadline fullpaper 30 Mei 2018. Publikasi di IEEE Xplore
  6. 3th International Conference on Robotics, Biomimetics, & Intelligent Computational Systems (Robionetics), 8-10 Agustus 2018. Penyelenggara IEEE Indonesia Control System (CS) / Robotics and Automation (RA) Joint Chapter. Deadline fullpaper 8 Mei 2018. Publikasi di IEEE Xplore
  7. IEEE Asia Pacific Conference on Wireless and Mobile (APWiMob 2018), Bali/Bandung, 1-3 Nov 2018. Penyelenggara IEEE Communications Society Chapter Indonesia. Deadline fullpaper 30 Mei 2018. Publikasi di IEEE Xplore
  8. International Conference on Information Technology Systems and Innovation
    (ICITSI 2018),
    Bandung/Padang 22-26 Oktober 2018. Penyelenggara Institut Teknologi Bandung dan Universitas Andalas. Deadline fullpaper 30 Juni 2018. Publikasi di IEEE Xploreober 22 – 26,18
  9. The 2018 International Conference on Internet of Things and Intelligence Systems, Bali 1-3 November 2018. Penyelenggara IEEE Indonesia Signal Processing Society Chapter. Deadline fullpaper 30 Mei 2018. Publikasi di IEEE Xplore
  10. 2018 International Conference on ICT for Smart Society, Semarang 10-12 Oktober 2018. Penyelenggara Institut Teknologi Bandung. Deadline fullpaper 10 Juni 2018. Publikasi di (IEEE Xplore?)
  11. The 2018 5th International Conference on Information Technology, Computer and Electrical Engineering (ICITACEE), Semarang 26-28 September 2018. Penyelenggara Universitas Diponegoro. Deadline fullpaper 26 Mei 2018. Publikasi di IEEE Xplore
  12. 2018 International Electronics Symposium on Knowledge Creation and Intelligent Computing (IES-KCIC), Lombok 28-29 Oktober 2018. Penyelenggara PENS dan Universitas Mataram. Deadline 29 Juli 2018. Publikasi di IEEE Xplore, IJASEIT, International Journal of Business Intelligence and Data Mining, International Journal of Renewable Energy Research-IJRER, EMITTER International Journal of Engineering Technology
  13. International Electronics Symposium (IES) 2018, Lombok 28-29 Oktober 2018. Penyelenggara PENS dan Universitas Mataram. Deadline 29 Juli 2018. Publikasi di IEEE Xplore, IJASEIT, International Journal of Business Intelligence and Data Mining, International Journal of Renewable Energy Research-IJRER, EMITTER International Journal of Engineering Technology
  14. 2018 2nd Progress in Electronics Engineering, Computer Engineering and Information Technolog (PIECT 2018), Surabaya, 28-30 Agustus 2018. Penyelenggara Maltesas, Malaysia. Deadline 30 April 2018. Publikasi di  https://maltesas.my/journal-lists/#JOURNAL%20LISTS
  15. 2018 International Conference on Computer, Control, Informatics and its Applications (IC3INA), Jakarta 1-2 November 2018. Penyelenggara LIPI. Deadline 20 Juni 2018. Publikasi di IEEE Xplore
  16. International Conference on Applied Engineering (ICAE 2018), Batam 3-4 Oktober 2018.Penyelenggara Politeknik Negeri Batam. Deadline 1 Agustus 2018. Publikasi di publisher with SCOPUS indexing
  17. 2018 IEEE International Conference on Aerospace Electronics and Remote Sensing Technology (ICARES), Bali 20-22 September 2018. Penyelenggara The Indonesia Section Joint Chapter of IEEE Geoscience & Remote Sensing Society & IEEE Aerospace & Electronics Systems (GRS29/AES10). Deadline 20 April 2018. Publikasi IEEE Xplore
  18. The 2nd International Conference on Applied Sciences Mathematics and Informatics -2018, Bandar Lampung,    Penyelengara Universtas Lampung. Deadline belum jelas     . Publikasi di belum jelas
  19. International Conference on Computational Mechanics and Numerical Analysis (ICCMNA) 2018, Banda Aceh 9-10 Agustus 2018. Penyelenggara Universitas Syiah Kuala.  Deadline 15 April 2018
  20. 2018 International Conference on Electrical Engineering and Informatics (ICELTICs), Banda Aceh, 19-20 September . Penyelenggara Universitas Syiah Kuala.  Deadline Juni April 2018 Publikasi di IEEE Xplore
  21. 2018 2nd International Conference on Electrical Engineering and Informatics, Batam 16-17 Oktober 2018. Penyelenggara Universitas Riau. Deadline 31 Juli 2018. Publikasi di IEEE Xplore
  22. 2018 International Seminar on Intelligent Technology and Its Applications (ISITIA), Bali 30-31 Agustus 2018. Penyelenggara ITS, Surabaya. Deadline 30 Mei 2018. Publikasi di IEEE Xplore
  23. The 2018 International Conference on Radar, Antenna, Microwave, Electronics and Telecommunications (ICRAMET), serpong 1-2 November 2018. Penyelenggara LIPI. Deadline 31 Juli 2018. Publikasi di IEEE Xplore
  24. the International Conference on Advanced Management and Information Technology Services (@MITS 2018), Jakarta, 3-4 September 2018. Penyelenggara BINUS. Deadline 23 Juni 2018. Publikasi di ….
  25. The 2018 International Symposium on Advanced Intelligent Informatics (SAIN 2018), Yogyakarta 29-30 Agustus 2018. Penyelenngara Univ. Ahmad Dahlan. Deadline 15 April 2018. Publikasi di IEEE Xplore dan IJAIN

Peringkat Scopus Telkom University Tahun 2016 dan Prediksi 2017

Beberapa waktu yang lalu Kemeristek Dikti mengeluarkan Buku Kekuatan 50 Institusi Ilmiah Indonesia: Profil Publikasi Ilmiah Terindeks Scopus. Buku ini membahas kekuatan lembaga ilmiah di Indoensia berdasarkan publikasi yang terindeks Scopus. Dengan data sampai dengan Juni 2016. Dalam buku ini dibeberkan nama-nama Institusi Ilmiah di Indonesia berdasarkan peringkat di Scopus, jumlah publikasi, pertumbuhan publikasi terindeks Scopus, 10 nama peneliti dengan publikasi terbanyak, kolaborator utama tiap institusi dan tujuan publikasi utama. Sebenarnya, data ini bisa dibaca langsung pada  www.scopus.com, tetapi sayangnya tidak semua institusi memiliki akses kesana.

Contoh data tentang Telkom University dalam buku Kemeristek Dikti seperti dibawah ini.

Secara umum peringkat 20 besar PT dan institusi ilmiah lainnya pada Januari 2017 seperti pada gambar dibawah.

Peringkat 20 besar di Scopus dari Institusi Indonesia

 

Pergeseran posisi terjadi di peringkat 9 dan 10. UNPAD naik dari posisi10 menjadi posisi 9  menggeser  Center for International Forestry Research. Sementara itu UNS melonjak dari peringkat 17 ke peringkat 15 menggeser UNSYIAH yang turun menjadi peringkat 16 dan UNUD yang menjadi peringkat 17. Telkom University sendiri naik dari peringkat 20 menjadi peringkat 19.

 

Ranking publikasi ini sekalipun bukan menjadi tujuan utama bagi Telkom University, ternyata mampu mendorongnya sehingga mendapatkan Predikat A pada Akreditasi Institusi tahun 2016. Hal ini merupakan bukti bahwa aktifitas penelitian di Telkom University sedang menggeliat dengan kencang. Menyitir pendapat Pak Heroe Wijanto, Wakil Rektor 1 Telkom University,

‘Kuantitatif dokumen dan ranking setidaknya sebagai salah satu perspektif saja dari produktifitas riset dan kultur riset. Selanjutnya nanti peningkatan stasi/H-indeks, produk, patent, dan lain-lain diiringi dengan peingkatan TRL”

Ya, saat ini buku Kemeristek Dikti hanya memberikan peringkat dari jumlah, belum ke kualitas. Tetapi jangan penah bicara kualitas dulu kalau kuantitas belum banyak, tidak mungkin seorang peneliti mengaku mempunyai H-indeks kalau publikasinya cuma 3 buah.

Melihat tahun 2017, bahkan baru 10 hari pertama pun, beberapa perguruan tinggi sudah mencatatkan beberapa publkasiny di Scopus. Beberapa conference yang dilaksanakan sekitar bulan Juli belum masik ke Scopus. Diperkirakan sekitar bulan Februari, jumlah publikasi tahun 2017 akan meningkat pesat.

Capaian penulis dengan afiliasi dari Tel-U posisi 9 Januari 2017

Berikut ini perbandingan 6 institusi di Indonesia peringkat 15-20 Besar di Scopus. Tahun 2016, UNS meningkat pesat dari peringkat 17 menjadi 15 dengan publikasi sejumlah 309 di tahun 2016, lebih dua kali lipat dari tahun 2015 yang hanya 142 publikasi. Sementara itu, Tel-U mencatatkan 181 publikasi, melampaui 3 peringkat diatasnya. Apabila trend ini tetap dijaga, bukan tidak mungkin Tel-U akan naik ke peringkat ke-16 sekitar 3 tahun ke depan.

Telkom University dan Scopus, Prediksi posisi di 2016

Beberapa tahun ini pemerintah gencar-gencarnya menggalakkan publikasi internasional. Hal ini cukup berdasar karena saat ini Indonesia menempati peringkat ke-57 dalam hal publikasi internasional, khususya publkasi internasional terindeks scopus (sumber: http://scimagojr.com/countryrank.php  tanggal 22 Juni 2016 ). Pada saat ini Indonesia mencatatkan 39719 dokumen ( 22 Juni 2016). Posisi ini relatif jauh dibawah Negara-negara tetangga seperti Singapura (peringkat 32, 215553 dokumen), Malaysia (peringkat 35, 181251 dokumen),  dan Thailand (peringkat 43, 123410 dokumen).   Sementara itu negara Asean yang lai yang dibawah Indonesia dalah Vietnam (peringkat 64, 29238 dokumen), Philipina (peringkat 69, 20326 dokumen).

Memang saat ini muncul perdebatan, kenapa harus publikasi internasional, kenapa harus terindeks Scopus. Publikasi internasional harus diakui memunculkan aliran dana keluar negeri, hal ini disebabkan sebagian besar jurnal internasional bereputasi diterbitkan di luar negeri dan untuk paper yang diterima kadang membutuhkan biaya cukup besar sebagai article processing charge (APC). Sebagai contoh jurnal-jurnal Hindawi menetapkan APC dari USD 700 sampai USD 1700 atau lebih, atau Elsevier  yang kadang untuk opsi open access menetapkan APC hingga USD 3000. Namun apabila kita lihat dari sisi yang lain, jumlah publikasi internasional pada jurnal bereputasi mengindikasikan tingginya produktifitas penelitian di suatu negara. Hal ini menjadi indikasi bahwa mutu pendidikan tinggi di Indonesia cukup baik. Selain itu sebenarnya banyak penerbit jurnal bereputasi yang tidak mengenakan APC sangat tinggi, beberapa menerapkan APC cukup rendah bahkan gratis. Masalahnya seberapa bagus paper kita dan jurnal apa yang akan dituju.

Telkom University ( Tel-U) sebagai salah satu perguruan tinggi yang bercita-cita untuk menjadi World Class University (WCU) tentu tidak mau ketinggalan berkiprah dalam publikasi internasional. Pada masa- masa awal bahkan pak Rektor, Prof. Moh Ashari turun langsung memberikan pelatihan penulisan paper pada jurnal internasional. Langkah ini akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan apalagi setelah muncul kebijakan penggantian biaya publikasi internasional pada jurnal bereputasi (salah satunya terideks Scopus) dan pemberian insentif bagi penulis. Pada saat tulisan ini dibuat ( 22 Juni 2016), posisi Tel-U menempati urutan ke-20 pada intitusi dengan dokumen Scopus terbanyak di Indonesia dengan 452 dokumen. Hasil ini cukup menggembirakan karena dengan usia Tel-U yang masih muda, hasil penelitian yang terpublikasi secara internasional cukup banyak. Urutan institusi di Indonesia dengan dokumen terindeks Scopus terbanyak posisi 22 Juni seperti di bawah ini:

Peringkat Institusi Dokumen
1 ITB 5962
2 UI 4687
3 UGM 3050
4 IPB 2229
5 LIPI 1727
6 ITS 1711
7 UB 1212
8 UNDIP 1081
9 Center for International Forestry Research 1046
10 UNPAD 1034
11 UNHAS 920
12 UNAIR 868
13 UNAND 749
14 BINUS 716
15 UNSYIAH 661
16 UNUD 638
17 UNS 573
18 University of Indonesia – Dr. Cipto
Mangunkusumo Hospital
499
19 U.S. Naval Medical Research Unit No. 2 489
20 Tel-U 452

Terlihat Te-U menempati posisi kedua untuk PTS di bawah Binus, dan apabila dari institusi PT maka Tel-U menempati posisi ke-16 (LIPI dan lembaga penelitian lain tidak dimasukkan). Kontribusi terbanyak didapat dari ICOICT (http://www.icoict.org/ ) yang sejak pelaksanaannya telah menyumbangkan 117 (dari 452) dan ini belum ditambah dengan ICOICT 2016 yang baru saja berlangsung. Lima besar penyumbang utuk Tel-U seperti pada gambar di bawah ini.

kontributorTel-U

Tel-U di website scopus, posisi 22 Juni 2016

Mengingat 2016 masih menginjak bulan ke-6, masih memungkinkan posisi Tel-U menyodok ke posisi yang lebih tinggi, paling tidak di posisi 18 menggeser 2 institusi penelitian non PT. Sebagai bahan analisis, gambar dibawah memperlihatkan juhlah dokumen 4 institusi peringkat 20, 19, 18 dan 17, sejak tahun 2012 sampai 2016 dan kumulatifnya

Dua institusi di atas Tel-U secara produktifitas relative rendah, paling tinggi hanya menghasilkan 53 paper dalam setahun, sementara itu  di tahun 2015 Tel-U men-publish 164 dokumen dan tahun ini (juni 2016) sudah 81 paper yang dihasilkan. Jika trend seperti tahun 2015 dipertahankan, maka sangat mudah melewati peringkat 19 dan 18.

Tantangan yang lebih berat adalah melewati peringkat 17, UNS. Kumulatif jumlah paper UNS adalah 573 dan 87 dihasilkan tahun ini. Sementara itu, Tel-U 452d dengan 81 dihasilkan tahun ini. Tahu 2015, UNS menghasilkan 136 sementara Tel-U 164. Jika trend ini bertahan, artinya Tel- hanya akan mengurangi selisih sekitar 30 paper, masih jauh untuk menyusul UNS.

Secara umum, kebijakan di Tel-U untuk mendukung publikasi internasional sudah cukup baik. Insentif yang diberikan mampu memacu dosen untuk menulis. Tetapi Scopus tidak boleh menjadi satu-satunya tujuan karena peningkatan proses pendidikan, penelitian dan pengabdian di dalam Tel-U tetap harus menjadi focus utama. Apabila pelaksanaan Tridharma di Tel-U sudah baik, InsyaAllah, yang lain akan mengikuti.

Bagaimana menulis abstrak yang baik

Abstrak merupakan gambaran dari keseluruhan tulisan pada karya tulis anda. Biasanya setelah membaca judul, maka yang akan dibaca oleh pembaca adalah abstrak. Jika abstraknya menarik biasanya langkah berikutnya akan membaca kesimpulan. Dan jika kesimpulannya menarik maka, kemungkinan pembaca akan membaca lebih banyak bagian dari karya tulis kita atau bahkan membaca keseluruhannya.

Dari ilustrasi di atas dapat kita simpulkan bahwa abstrak yang baik akan mengantarkan pembaca untuk membaca hal-hal yang akan kita sampaikan lewat karya tulis kita. Hal ini tentunya didukung oleh judul yang menarik pula. Untuk itu berikut ini beberapa tips untuk menulis abstrak yang baik.

Abstrak merupakan summary atau ringkasan dari kontribusi penulis dalam karya tulisnya. Abstrak harus bisa menggambarkan keseluruhan tulisan tanpa harus membaca keseluruhan tulisan. Karena abstrak digunakan dalam karya ilmuah, maka abstrak bukan merupakan penilaian subyektif dari penulis. Tulisan dalam abstrak tidak harus berulang di dalam isi karya tulis, karena abstrak merupakan ringkasan, maka biasanya abstrak ditulis terakhir, yaitu saat keseluruhan karya tulis telah selesai. Berikut ini beberapa daftar yang bisa dijadikan pedoman dalam penulisan abstrak yang baik:

  1. Masalah apa yang diselesaikan atau fokus dalam tulisan anda. Abstrak yang baik harus secara jelas merumuskan maslah yang diangkat dalam tulisan
  2. Bagaimana cari anda memecahkan masalah yang diangkat tersebut. Metode atau proses yang dilakukan dalam memecahkanmasalah tersebut
  3. Apa hasil yang dicapai dalam usaha memecahkan masalah tersebut. Untuk tulisan bidang teknik sebaiknya ada hasil kuantitatif, tidak sekedar kualitatif.

Paling tidak ketiga poin tersebut harus muncul dalam abstrak. Setelah itu untuk lebih mempertajam abstrak yang kita buat beberapa hal yang bisa menjadi perhatian adalah:

  1. Berikan penekanan pada hal baru/kontibusi yang ditawarkan dalam tulisan kita
  2. Latar belakang masalah tidak diulas panjang lebar, hal ini mengingat jumlah kata dalam abstrak dibatasi 150-200 kata
  3. Gaya penulisan orang ketiga, jadi gunakan gaya bahasa pasif.

Ada baiknya setelah abstrak dibuat, mintalah bantuan pada teman anda untuk membaca ulang sehingga jika ada kekurangan bisa diperbaiki.

Selamat mencoba!!

APMediaCast 2016

Asia Pacific Conference on Multimedia and Broadcasting

Yogyakarta, May 26-28 2016

The conference will be held on May 26-28, 2016, in Yogyakarta, Indonesia. This conference is  Technical co-Sponsored by the IEEE Indonesia Communications Society Chapter.

APMediaCast will provide an international forum where industry, researchers and academia will be able to interact and exchange experiences, ideas, and research results surrounding all aspects on quality of experience for current and future Multimedia and Broadcasting technology. The Conference offers unique opportunity for all the participants to communicate with leading experts in the field. To discuss the Multimedia and Broadcasting Technology, APMediaCast invites you to join the conference to explore more interests in this field. Prospective authors are invited to submit original technical papers for presentation at the conference and publication in the conference proceedings.

Accepted papers will be published in the APMediaCast 2016 Conference Proceedings and presented papers will be submitted to IEEE Xplore.

Proceedings of APMediaCast 2015 has been published in IEEE Xplore and indexed in SCOPUS.

RELATED TOPICS
Potential topics are solicited in, but not limited to the following topics:
# Multimedia
Media Representation and Algorithms
Multimedia Security and Content Protection
Multimedia Databases, Content Delivery and Transport
Multimedia Authentication
Multimedia Tools and Systems
Multimedia storage, retrieval, and authentication Digital Libraries
Multimedia Content Analysis
Multimedia Indexing, Abstraction, Summarization and Editing  
Multimedia Data Mining
Semantic Analysis of Multimedia and Contextual Data
Multimedia Applications and Services
Multi-Camera and Multi-View Systems
Augmented and Virtual Reality, Virtual Environments
Real-Time and Interactive Multimedia Applications
Mobile Multimedia Applications
Multimedia Web Applications
Multimedia Authoring & Personalization
Audio and Acoustic Signal Processing
Image, Video, and Multidimensional Signal Processing
Design and Implementation of Signal Processing Systems
Sensor Array and Multichannel Systems
Stereoscopic and 3-D Processing
Audio, Image and Video Quality Assessment
Coding and Compression
Video Coding,
Ciphering and Authentication
# Broadcasting
Multimedia Broadcasting Systems on the Web
Cloud Broadcasting
IP-TV
Digital Video Broadcasting (DVB)
Multimedia Transport/Routing Protocols
Multimedia Communication Systems
Video-on-Demand
Content Delivery Network (CDN)
NextGen Broadcasting – OTT / Hybrid / LTE / Broadband / Cloud
4K / UHD
Multi-Platform Streaming
Satellite / Terrestrial / Cable Broadcasting
Content Security
File-based Management Systems
Networking and transmission mechanisms 
wireless and ad hoc network solutions