Instrumentasi Biomedis berbasis PC

5Cover Biomedis Convert-2_330x480Penulis : Sugondo Hadiyoso & Achmad Rizal
Ukuran : 16 x 23 cm
Tebal : xii + 204 hlm
ISBN : 978-602-7869-76-9
Penerbit : Gava Media

Deskripsi:
Instrumentasi biomedis merupakan perangkat untuk membantu dokter atau tenaga kesehatan yang lain untuk melaksanakan tugasnya. Seiring dengan perkembangan teknologi, semakin banyak instrument biomedis elektronik. Instrumen biomedis berbasis elektronik dikembangkan oleh engineer atas masukan masukan akan kebutuhan dari tenaga medis. Hal ini menyebabkan bidang teknik biomedika membutuhkan penguasaan ilmu dari berbagai disiplin. Dalam beberapa tahun terakhir ini, gairah untuk mempelajari bidang teknik biomedika meningkat pesat. Banyak penelitian tugas akhir atau thesis mengarah ke bidang ini baik perancangan instrumentasi biomedis, pengolahan sinyal biomedis maupun pengolahan citra biomedis. Buku ini dirancang untuk mengisi kurangnya referensi dalam bahasa Indonesia tentang perancangan instrumentasi biomedis. Karena luasnya cakupan instrument biomedis maka lingkup yang dibahas dalam dibatasi dalam instrument biomedis berbasis PC. Isntrument biomedis dibuat berbasis PC untuk kemudahan dalam display hasil pengukuran dan kemungkina pengembangan untuk penolahan sinyal. Buku ini ditulis agar mudah dipahami oleh pembaca yang telah mengenal dasar-dasar elektronika dan pemrograman dengan memberikan contoh rangkaian dan program yang bisa digunakan. Pada bagian awal dijelaskan tentang dasar instrumentasi biomedis, sinyal biomedis, sensor, dan rangkaian pengkondisi sinyal. Hal ini ditujukan untuk memberikan dasar pemahaman contoh-contoh instrument yang dibahas pada bagian berikutnya dengan tingkat kesulitan yang berbeda pada setiap BAB-nya. Dengan conoth-contoh nyata diharapkan pembaca dapat merancang dan mengembangkan instrument biomedis yang diinginkan baik untuk penelitian tugas akhir, thesis atau penelitian lainya

harga         : Rp 50.000

Beli online:https://www.tokopedia.com/rselectronics/instrumentasi-biomedis-berbasis-pc

Untuk pembelian > 10 exp, hubungi ach_rizal@yahoo.com

Seminar Nasionar Teknik Elektro, Teknologi Informasi, Teknik Komputer, Agustus-Desember 2015

Semester ganjil 2015-2016 akan dimulai. Buat dosen yang rajin, semester baru harus dirancang dengan publikasi pada semester yang akan datang ini. Untuk itu berikut ini daftar seminar nasional bidang teknik elektro, informatika, teknologi informasi,  sistem informasi atau teknik secara umum periode Agustus – Desember 2015. Beberapa seminar, tenggat waktunya sudah mepet, beberapa sudah terlewat. Mungkin dengan sedikit lobi ke panitia bisa diperpanjang. Beberapa seminar menawarkan lokasi yang menarik seperti di tepi danau Toba atau di Bali, atau kota eksotis seperti di Kudus atau Jember. Silahkan dipersiapkan makalahnya dari sekarang dan  bersenang-senanglah

No Nama Seminar Penyelenggara Deadline fullpaper/abstract Tanggal kegiatan Keterangan
1. Sesindo 2015 Prodi Sistem Informasi, ITS 28 Juli 2015 2-4 November 2015 Kemungkinan akan diperpanjang
2. SNTI XII 2015 Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara 27 Juli 2015 31 Oktober 2015 Kemungkinan akan diperpanjang
3. SENASTEK 2015 Univ. Udayana Bali 15 September 2015 29 – 30 Oktober 2015
4. Teknoin 2015 FTI, UII, Yogyakarta 10 Agustus 2015 11-12 November 2015
5. SNITI 2015 IHAN BATAK, lokasi Samosir, SUMUT 5 Agustus 2015 5 Agustus 2015
6. Semantik 2015 Udinus, Semarang 7 September 2015 Sabtu, 21 Nopember  2015
7. Snatif 2015 Univ. Sunan Muria, Kudus, Jateng 4 Agustus 2015 12 September 2015
8. SNTT 2015 Sekolah Vokasi, UGM 18 Oktober 2015 14 November 2015
9. Snastikom 2015 STT Harapan, Medan 27 Juli 2015 1-2 September 2015 Kontak panitia, siapa tahu bisa diperpanjang
10. Snastia 2015 Univ. Surabaya 5 September 2015 24 Oktober 2015
11. REETI 2015 STTNAS, Yogyakarta 24 Oktober 2015 19-20 Desember 2015
12. SEMNASKIT 2015 Politeknik Jember 5 Oktober 2015 12-13 Desember 2015
13. SNIKO 2015 CITA, ITB, Bandung 21 September 2015 10-11 Desember 2015
14. SNETE 2015 Politeknik Aceh 15 Agustus 2015 15-16 Oktober 2015
15. SEMNASTEK 2015 Univ. Muhammadiyah, Jakarta 31 Agustus 2015 17 November 2015 s/d 18 November 2015

Pengolahan Citra

Citra merupakan informasi bentuk visual dari suatu objek. Citra juga dapat diartikan sebagai gambaran yang representatif mengenai suatu objek sedemikian sehingga citra tersebut dapat memberikan kesan yang mendalam mengenai objek yang dimaksud. Citra dapat membentuk dua dimensi dan tiga dimensi dan merepresentasikan bentuk suatu objek. Untuk melakukan proses komputasi, citra yang bersifat kontinu harus didigitalisasi terlebih dahulu sehingga didapatkan citra digital.

Citra digital memiliki fungsi dua dimensi f(x,y) dimana x dan y merupakan suatu koordinat dan f dari (x,y) menyatakan amplitudo atau intensitas atau derajat keabuan (grayscale). Nilai tingkat keabuan pada citra digital disebut sebagai piksel pada posisi tertentu. Nilai x, y dan f dari (x,y) merupakan nilai diskrit atau berhingga. Citra digital dalam bentuk matriks dapat dituliskan sebagai berikut :

citra1

Gambar Representasi Citra Digital 2 Dimensi

 Pada matriks citra digital f(x,y), nilai x dan y menyatakan koordinat posisi piksel itu berada, dan nilai f(x,y) menunjukkan intensitas (derajat keabuan) piksel pada koordinat tersebut. Hal ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

 Pengolahan Citra Digital

Pengolahan citra digital merupakan metode untuk mengolah citra digital sehingga menghasilkan gambar lain sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Pengolahan citra sendiri merupakan salah satu cabang dari ilmu informatika yang pada prosesnya memanipulasi gambar yang telah ada menjadi gambar lain dengan menggunakan suatu algoritma atau teknik tertentu. Citra yang diolah merupakan citra digital yang merupakan sekumpulan bilangan yang direpresentasikan oleh bit berhingga. Proses pengolahan citra banyak melibatkan persepsi visual, dan mempunyai ciri data masukan dan informasi keluaran yang berbentuk citra

Komputer memiliki cara pandang tersendiri terhadap suatu citra. Berbeda dengan citra konvensional yang misalnya dengan melalui proses fotografis seperti pada foto dapat dihasilkan suatu citra nyata yang langsung dapat dinikmati oleh indera penglihatan, citra pada komputer harus melalui beberapa tahapan yang cukup rumit. Tahapan-tahapan tersebut dapat digambarkan sebagai suatu rangkaian proses dari proses akuisisi data, manipulasi data, visualisasi data, serta proses penyimpanan data.

Proses akuisisi citra adalah pemetaan suatu pandangan menjadi citra kontinu dengan menggunakan suatu sensor. Ada beberapa macam sensor untuk proses akuisisi citra, yaitu sensor tunggal, sensor garis dan sensor larik.

Proses penyimpanan data adalah suatu proses dimana data citra digital disimpan dalam suatu file. Metode penyimpanan file memiliki perbedaan satu sama lain. Hal yang paling kontras terlihat dari perbedaan tersebut adalah proses kompresi dari citra digital yang disimpan. Beberapa metode yang terkenal antara lain BMP, JPEG, PCX, WMF dan lain-lain

 Dalam Tugas Akhir ini pengolahan citra digital ini lebih dititikberatkan pada image analysis. Dengan menggunakan image analysis maka ekstraksi ciri-ciri tertentu yang dimiliki citra akan diambil untuk membantu dalam pengidentifikasian objek.

Citra RGB

Red (Merah), Green (Hijau) dan Blue (Biru) merupakan warna dasar yang dapat diterima oleh mata manusia. Setiap piksel pada citra warna mewakili warna yang merupakan kombinasi dari ketiga warna dasar RGB. Setiap titik pada citra warna membutuhkan data sebesar 3 byte. Setiap warna dasar memiliki intensitas tersendiri dengan nilai minimum nol (0) dan nilai maksimum 255 (8 bit). RGB didasarkan pada teori bahwa mata manusia peka terhadap panjang gelombang 630nm (merah), 530 nm (hijau), dan 450 nm (biru).

RGB

Gambar Representasi Warna pada RGB

 Pada di atasdapat diambil beberapa kesimpulan yaitu:

  1. RGB terdiri dari tiga warna utama, yaitu merah, hijau, dan biru.
  2. Campuran dua warna pada RGB menghasilkan warna baru, yaitu kuning = merah + hijau, cyan = hijau + biru, dan magenta = biru + merah.
  3. Bila seluruh warna merah, hijau, dan biru dicampur akan menghasilkan warna putih.
  4. Bila warna merah, hijau, dan biru tidak dicampur maka akan menghasilkan warna hitam.
  5. Jenis warna lain akan dihasilkan oleh variasi campuran warna dan intensitas campuran setiap warna

Citra Grayscale

Citra grayscale merupakan citra digital yang hanya memiliki satu nilai kanal pada setiap pikselnya, artinya nilai dari Red = Green = Blue. Nilai-nilai tersebut digunakan untuk menunjukkan intensitas warna.

Citra yang ditampilkan dari citra jenis ini terdiri atas warna abu-abu, bervariasi pada warna hitam pada bagian yang intensitas terlemah dan warna putih pada intensitas terkuat. Citra grayscale berbeda dengan citra ”hitam-putih”, dimana pada konteks komputer, citra hitam putih hanya terdiri atas 2 warna saja yaitu ”hitam” dan ”putih” saja. Pada citra grayscale warna bervariasi antara hitam dan putih, tetapi variasi warna diantaranya sangat banyak. Citra grayscale seringkali merupakan perhitungan dari intensitas cahaya pada setiap piksel pada spektrum elektromagnetik single band

Citra grayscale disimpan dalam format 8 bit untuk setiap sample piksel, yang memungkinkan sebanyak 256 intensitas. Untuk mengubah citra berwarna yang mempunyai nilai matrik masing-masing R, G dan B menjadi citra grayscale dengan nilai X, maka konversi dapat dilakukan dengan mengambil rata-rata dari nilai R, G dan B sehingga dapat dituliskan menjadi:

X = (R+G+B)/3

Warna = RGB(X, X, X)

grey

Gambar Visualisasi 256 Aras Keabuan

Citra Biner

 Citra biner (binary image) adalah citra digital yang hanya memiliki 2 kemungkinan warna, yaitu hitam dan putih. Citra biner disebut juga dengan citra W&B (White&Black) atau citra monokrom. Hanya dibutuhkan 1 bit untuk mewakili nilai setiap piksel dari citra biner.

Pembentukan citra biner memerlukan nilai batas keabuan yang akan digunakan sebagai nilai patokan. Piksel dengan derajat keabuan lebih besar dari nilai batas akan diberi nilai 1 dan sebaliknya piksel dengan derajat keabuan lebih kecil dari nilai batas akan diberi nilai 0.

Citra biner sering sekali muncul sebagai hasil dari proses pengolahan, seperti segmentasi, pengambangan, morfologi ataupun dithering. Fungsi dari binerisasi sendiri adalah untuk mempermudah proses pengenalan pola, karena pola akan lebih mudah terdeteksi pada citra yang mengandung lebih sedikit warna.

Persamaan untuk binerisasi dapat dilihat pada rumus di bawah ini :

persamaannilai a1 biasanya 0 dan nilai a2 = 1

Buku Instrumentasi Biomedis

FB

Instrumentasi Biomedis, Achmad Rizal, Graha Ilmu, 2014

 Kemajuan teknologi kesehatan dapat dilihat dari bermunculannya berbagai macam instrumen biomedis untuk mendukung dokter dalam melaksanakan tugasnya. Instrumen-instrumen ini muncul sebagai hasil kerja bersama antara tenaga kesehatan dan engineer. Dari kebutuhan ini muncullah bidang teknik biomedika yang mengaplikasikanteknik dan metode ilmiah untuk memecahkan masalah di bidang kesehatan dan biologi. Bidang teknik biomedika ini menjadi salah satu bidang ilmu yang berkembang pesat, tetapi di Indonesia masih sedikit tenaga ahli dan literatur dalam bahasa Indonesia yang membahas tentang bidang ini. Buku ini membahas instrumentasi biomedis sebagai salah satu bidang dalam teknik biomedis sebagai upaya mengisi kelangkaan referensi di bidang ini.

 Pada buku ini dibahas tentang dasar-dasar instrumentasi biomedis yang disajikan secara bertahap dan sistematis. Dimulai dari pengenalan cabang keilmuan yang melingkupi teknik dan kesehatan, dasar-dasar instrumentasi, dasar anatomi dan fisiologi, sensor dan transducer, sinyal biopotensial, penguat biopotensial, contoh instrumen biomedis yang populer, pengolahan sinyal biomedis secara digital, pencitraan medis dan pengolahan citra medis serta aplikasi komputer pada bidang kesehatan. Dengan sistematika penyampaian seperti di atas diharapkan isi buku ini dapat dipahami baik oleh pembaca dengan latar belakang teknik maupun dengan latar belakang kesehatan. Pembahasan diberikan dalam porsi yang cukup tetapi dengan ilustrasi yang luas sehingga bisa memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang materi yang dibahas. Beberapa contoh instrumen yang dibahas dalam buku ini bisa menambah pemahaman akan kasus nyata dalam perancangan instrumen biomedis.

Judul Buku          :  Instrumentasi Biomedis

Pengarang            : Achmad Rizal

ISBN                     : 978-602-262-173-7

Penerbit               : Graha Ilmu

Tahun Terbit      : 2014

Jumlah Halaman : 250

Harga                   : Rp  109.800,-  (harga resmi Penerbit)

Website               : http://grahailmu.co.id/index/buku/detil/0/1/4/69/buku1210.html

Beli online         : https://www.tokopedia.com/rselectronics/buku-instrumantasi-biomedis