achmadrizal's blog

Tonsilitis atau Radang Amandel

Tonsil atau yang lebih sering dikenal dengan amandel adalah massa yang terdiri dari jaringan limfoid dan ditunjang oleh jaringan ikat dengan kriptus didalamnya, bagian organ tubuh yang berbentuk bulat lonjong melekat pada kanan dan kiri tenggorok. Terdapat 3 macam tonsil yaitu tonsil faringal (adenoid), tonsil palatina, dan tonsil faringal yang membentuk lingkaran yang disebut cincin waldeyer. Tonsil terletak dalam sinus tonsilaris diantara kedua pilar fausium dan berasal dari invaginasi hipoblas di tempat ini [Hartanto, 2009].

bagian mulutGambar 1 Bagian-bagian Mulut [Adams, 1997]

 

Tonsillitis sendiri adalah inflamasi/peradangan pada tonsil palatine yang disebabkan oleh infeki bakteri atau virus. Saat bakteri dan virus masuk ke dalam tubuh melalui hidung atau mulut, tonsil berfungsi sebagai filter/penyaring menyelimuti organisme yang berbahaya tersebut dengan sel-sel darah putih. Hal ini akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi terhadap infeksi yang akan datang. Tetapi bila tonsil sudah tidak dapat menahan infeksi dari bakteri atau virus tersebut maka akan timbul tonsillitis [Adams, 1997].

tonsilGambar 2. Perbandingan Tonsil Normal dengan Tonsil yang Radang [Adams, 1997]

pengelompokan

Gambar 3 Standar Pengelompokan Ukuran Tonsil [Radi, 2012]

Ukuran besarnya tonsil dinyatakan dengan [Radi, 2012]:

T0 : bila sudah dioperasi

T1 : ukuran yang normal (< 25%)

T2 : pembesaran tonsil tidak sampai garis tengah (>25% <50%)

T3 : pembesaran mencapai garis tengah (>50% <75%)

T4 : pembesaran melewati garis tengah (>75%)

Dalam beberapa kasus ditemukan 3 macam tonsillitis, yaitu tonsillitis akut, tonsillitis membranosa, dan tonsillitis kronik.Oleh karena itu penting bagi perawat untuk mempelajari patofisiologi, manifestasi klinis, prosedur diagnostik dan asuhan keperawatan yang komprehensif pada klien tonsilitis beserta keluarganya.

Macam-macam tonsillitis [Megantara, 2008] :

  1. Tonsillitis akut

Disebabkan oleh streptococcus pada hemoliticus, streptococcus viridians, dan streptococcus piogynes, dapat juga disebabkan oleh virus. Mulai terjadi pembengkakan dan warna kemerahan pada tonsil dan daerah sekitarnya,

  1. Tonsilitis Membranosa (Septis Sore Throat)

Bila eksudat yang menutupi permukaan tonsil yang membengkak tersebut menyerupai membran. Membran ini biasanya mudah diangkat atau dibuang dan berwarna putih kekuning-kuningan,

  1. Tonsilitis Kronik

Tonsillitis akut yang terjadi berulang-ulang sehingga mengikis epitel mukosa tonsil dan jaringan limfoid yang menyebabkan tonsil berlubang dan mulai muncul jaringan parut yang akan mengkerut yang akan terisi detritus. Faktor predisposisi : rangsangan kronik (rokok dan makanan), pengaruh cuaca, pengobatan radang akut yang tidak adekuat dan hygiene mulut yang buruk.

Penanganan tonsillitis sendiri bisa sangat bervariasi tergantung dari perjalanan penyakitnya, mulai dari penanganan konvensional (istirahat, minum air hangat, berkumur dengan air garam atau obat kumur dan menjaga asupan makanan), pemberian antibiotika yang tepat apabila penyebab tonsillitis berasal dari infeksi bakteri, namun apabila akibat virus antibiotika sangat tidak disarankan, dan terakhir adalah tindakan oprasi yaitu tonsillektomi, namun tonsilektomi masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli. Hal ini dikarenakan pengambilan keputusan untuk melakukan tonsilektomi harus berdasarkan indikasi yang jelas.penanga Gambar 4 Penanganan Radang Tonsilitis [Adams, 1997]

 

Berdasarkan The American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery (AAO-HNS), operasi tonsillitis (tonsillectomy) perlu dilakukan jika memenuhi syarat-syarat berikut [Judarwanto, 2013]:

INDIKASI ABSOLUT :

  1. Tonsil (amandel) yang besar hingga mengakibatkan gangguan pernafasan, nyeri telan yang berat, gangguan tidur atau sudah terjadi komplikasi penyakit-penyakit kardiopulmonal,
  2. Abses peritonsiler (Peritonsillar abscess) yang tidak menunjukkan perbaikan dengan pengobatan. Dan pembesaran tonsil yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan wajah atau mulut yang terdokumentasi oleh dokter gigi bedah mulut,
  3. Tonsillitis yang mengakibatkan kejang demam,
  4. Tonsil yang diperkirakan memerlukan biopsi jaringan untuk menentukan gambaran patologis jaringan.

INDIKASI RELATIF:

  1. Jika mengalami Tonsilitis 3 kali atau lebih dalam satu tahun dan tidak menunjukkan respon sesuai harapan dengan pengobatan medikamentosa yang memadai,
  2. Bau mulut atau bau nafas tak sedap yang menetap pada Tonsilitis kronis yang tidak menunjukkan perbaikan dengan pengobatan,
  3. Tonsilitis kronis atau Tonsilitis berulang yang diduga sebagai carrier kuman Streptokokus yang tidak menunjukkan repon positif terhadap pengobatan dengan antibiotika,
  4. Pembesaran tonsil di salah satu sisi (unilateral) yang dicurigai berhubungan dengan keganasan (neoplastik).

Sumber:

Adams, G.L. 1997,  Buku Ajar Penyakit THT, Jakarta: EGC, 1997

Hartanto, D, 2009, “Asuhan Keperawatan,” 24 November 2009. [Online]. Available: http://asuhan-keperawatan-yuli.blogspot.com/2009/11/laporan-pendahuluan-tonsilitis.html . [Accessed 11 Maret 2014].

Judarwanto, 2013,  “Allergi Clinic Online,” Yudhasmara Foundation , 30 Agustus 2013. [Online]. Available: Allergi Clinic Online. 2013. “Penderita Alergi, Tonsilitis dan Kontroversi Operasi Amandel”. http://allergycliniconline.com/2013/08/30/penderita-alergi-tonsilitis-dan-kontroversi-operasi-amandel/. [Accessed 11 Maret 2014]

Megantara, I., 2008, “Informasi Kesehatan THT,” 7 Juni 2008. [Online]. Available: imammegantara.blogspot.com. [Accessed 11 Maret 2014]

Radi, F, 2012, “Public Health,” 1 Mei 2012. [Online]. Available: http://publichealthnote.blogspot.com/2012/05/tonsilitis-amandel.html. [Accessed 11 Maret 2014].

Leave a Reply

Skip to toolbar